Memuat...IDR/USD 16.285▼ 0.12%IHSG 7.842,11▲ 0.64%Emas Rp 1.384.000/grJakarta 29°C ☁

Ratusan Massa “Rakyat Surabaya Menggugat” Guncang Grahadi! Teriakkan Lengserkan Prabowo-Gibran, Serukan Pemerintahan Transisi

Sabila JP•
Nasional

Suarapantura.com - Ratusan massa yang menamakan diri “Rakyat Surabaya Menggugat” bikin geger depan Gedung Negara Grahadi, Jalan Gubernur Suryo, Surabaya, Senin (22/6/2026) petang. Mereka turun dengan aksi keras menuntut Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka mundur dari jabatannya.

Aksi bertajuk “Reformati Indonesia” itu dipenuhi poster-poster bernada keras, mulai dari “Turunkan Prabowo-Gibran” hingga kritik tajam terhadap kondisi pemerintahan.

Tak hanya orasi, massa juga membawa peralatan dapur dan memukulnya saat long march dari Monumen Bambu Runcing menuju Grahadi yang sudah dijaga ketat aparat kepolisian.

Juru Bicara aksi, Miftakhur Rohmah, menegaskan tuntutan utama mereka jelas: Prabowo-Gibran harus turun dari kekuasaan.

KPK Geledah Djarum, Kasus Cukai Membesar: Di Tengah Rumor Haji Isam dan Masa Depan BCA
Baca Juga · Nasional
KPK Geledah Djarum, Kasus Cukai Membesar: Di Tengah Rumor Haji Isam dan Masa Depan BCA

“Prabowo sudah gagal secara konstitusional, etika, dan logika. Kami menuntut Prabowo-Gibran turun,” tegasnya di lokasi aksi.

9 Tuduhan Keras ke Pemerintah

Dalam aksi tersebut, massa juga merilis dokumen yang mereka sebut sebagai “Nawa Nestapa Rezim Prabowo”. Isinya menyoroti 9 kegagalan pemerintah, mulai dari krisis demokrasi, pelemahan hukum, hingga dugaan dominasi oligarki.

Mereka juga menuding adanya kemunduran supremasi sipil serta meningkatnya pengaruh aparat keamanan dalam politik.

Kebut Kelengkapan Barbuk, Penyidik JAM Pidsus Cecar Anak Buah Dirut CNI Derian Sampetoding
Baca Juga · Nasional
Kebut Kelengkapan Barbuk, Penyidik JAM Pidsus Cecar Anak Buah Dirut CNI Derian Sampetoding

Selain itu, pemerintah juga dituding gagal mengatasi masalah sosial-ekonomi hingga perlindungan kelompok rentan.

Tuntut Pemerintahan Transisi

Yang paling ekstrem, massa mendesak pembentukan pemerintahan transisi untuk menggantikan pemerintahan saat ini.

Mereka mengklaim transisi itu harus fokus pada pemulihan demokrasi, HAM, hingga penataan ulang sistem politik nasional.

BNI Cetak Rekor Rp27,5 Triliun, Kasus Dana Pascatambang Rp112 Miliar Menguji Pengawasan
Baca Juga · Nasional
BNI Cetak Rekor Rp27,5 Triliun, Kasus Dana Pascatambang Rp112 Miliar Menguji Pengawasan

“Ini harus ada perubahan fundamental. Bukan sekadar kebijakan, tapi sistemnya,” kata Miftakhur.

Aksi ini menjadi salah satu unjuk rasa paling panas di Surabaya dalam beberapa waktu terakhir, dengan tuntutan yang langsung menyasar Presiden dan Wakil Presiden.

Tags:
#Rakyat Surabaya Menggugat#Reformati Indonesia#Prabowo Subianto#gibran rakabuming raka
Bagikan:Facebook𝕏 / TwitterWhatsApp

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Tulis Komentar

Memuat verifikasi keamanan…