SuaraPantura.com - Anggota Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun menjadi narasumber pada webinar nasional yang diadakan Universitas Jendral Achmad Yani, Kamis 14 Apil 2022.
Dalam webinar bertema “Reorientasi Kebijakan IHT kepada Kepentingan Nasional dan Merdeka dari Intervensi Kapitalis Asing” tersebut, Mukhamad Misbakhun menilai bahwa para pelaku Industri Hasil Tembakau (IHT) kalah bersaing dengan isu yang dibawakan oleh organisasi anti rokok.
Menurutnya Mukhamad Misbakhun, selama ini berbagai para stakholder dikalahkan oleh konsolidasi para aktivis rokok. Hal ini karena para pelaku IHT melakukan gerakan secara parsial dalam melawan aktivis anti rokok.
"Ini seharusnya para pelaku IHT menyadari, ini dari hulu dari hilir kita kalah bertarung dengan organisasi anti tembakau," kata Misbakhun, Kamis 14 Apil 2022.
Misbakhun menuturkan bahwa, meski IHT merupakan industri strategis, namun kalah dengan isu kesehatan. Padahal selama ini kontribusi IHT begitu besar pada postur APBN Indonesia.
"Semua narasinya kesehatan. artinya apa, ini harus disadarkan pendukung IHT, kalau kita kalah dalam kondolisasi isu," katanya.
Ia mencontohkan beberapa kekalahan isu tembakau, misalnya saja rokok beberapa silam lalu berusaha dimasukan sebagai warisan budaya namun demikian terdeligitmasi oleh gerakan anti rokok dengan alasan kesehatan.
Selain itu RUU pertembakuan juga yang berusaha didorong oleh Misbakhun masih belum terwujud, akibat dari isu kesehatan. Selain itu kurangnya dukungan stakeholder para industri IHT.
"Artinya kita tak tekonsolidasi. sekarang kita, kita satu-satunya industri terkuat yang tak punya roadmap. kita mau jalan kemana, tak tau," ujarnya.
Menuruntya industri IHT harus terkonsolidasi untuk melawan isu kesehatan yang selama ini gelontorkan oleh berbagai kelompok kepentingan asing.
Selama gerakan para industri IHT masih parsial, menurut Misbakhun akan sulit melawan isu kesehatan yang selalu menjadi alasan kuat membatasi industri IHT.***