Sejarah HMI : Peristiwa 5 Februari 1947 (Bagian 2)
Lafran pane merupakan pemrakarsa berdirinya HMI, ia mengumpulkan beberapa orang untuk merealisasikan cita citanya membangun

Lafran pane merupakan pemrakarsa berdirinya HMI, ia mengumpulkan beberapa orang untuk merealisasikan cita citanya membangun


Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) merupakan organisasi kemahasiswaan islam yang pertama di Indonesia. Sejarah panjang telah menempa HMI
Sejarah Tegal kali ini membahas tentang Kutil atau Sakhyani, tokoh revolusioner dari Tegal yang memimpin gerakan tombreng pasca kemerdekaan


Sejarah Tegal banyak memperlihatkan karakter asli warga tegal. Lugas, apa adanya. Berikut adalah sejarah martoloyo dan martopuro yang banyak
Siapa sangka, ternyata advokat dan kantor hukum pertama di Indonesia adalah di Tegal. Ini menjadi catatan penting yang musti diapresiasi


Tegal ternyata menjadi basis pasukan intelejen mataram dalam rangka misi penyerangan VOC ke Batavia. Sejarah ini belum banyak ditelusuri
Gerakan G30S PKI gagal, hal ini memicu banyak peristiwa. Pimpinan gerakan ini, Letkol Untung sempat dikabarkan menghilang dan berakhir di


Kabupaten Pemalang ramai dibicarakan setelah dinyatakan menjadi satu dari lima daerah di Jawa Tengah dengan tingkat kemiskinan ekstrem.
Bung Karno muda konon sudah diramalkan akan menjadi orang besar oleh Mbah Kholil Bangkalan. Hal ini diceritakan oleh para


Gusti Nurul dikenal memiliki paras cantik dan banyak dikagumi para tokoh pada zamannya, terutama Presiden RI Pertama, Bung Karno. Namun
Jembatan Merah (Brug Abang) merupakan jembatan bersejarah di Kabupaten Tegal yang menjadi memori sejarah kelam perlawanan berdarah di daerah


Kerajaan Mongol yang superpower pada zamannya itu telah melakukan berbagai penaklukan di dunia. Keperkasaannya ditakuti ia kalah di Jawa
Ibu Inggit Garnasih, merupakan profil perempuan pendamping Soekarno yang mendarmabaktikan hidupnya untuk berjuang dan mengorbankan jiwa raga


Pendaki pertama di gunung semeru ternyata bukan dilakukan oleh orang Indonesia. Namun dilakukan oleh pedaki berkebangsaan
Soe Hok Gie merupakan aktivis Demokrasi yang kritis terhadap kebijakan Pemerintah yg diktaktor baik dari masa Orde lama hingga Orde Baru
